Penyakit Disleksia – Pengertian, Tanda & Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan

Penyakit Disleksia – Pengertian, Tanda & Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan

Pengertian Disleksia

Penyakit Disleksia adalah sebuah gangguan berupa kesulitan belajar dimana penderita biasanya mengalami kesulitan membaca atau mengeja. Dalam hal ini semua orang mungkin saja mengalami sakit ini. Namun pada beberapa kasus sakit disleksia ini memang lebih sering ditemukan pada umur anak-anak sampai remaja. Banyak sekali orang yang percaya bahwa penyakit ini akan secara langsung berpengaruh pada tingkat intelegensi atau kecerdasan seseorang. Padahal penyakit disleksia ini sendiri bisa menyerang semua anak-anak baik anak yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi maupun rendah. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan rendah memungkinkan dirinya telah terserang penyakit disleksia ini.

Sebagai keluarga apalagi orang tua tentu saja kita harus segera mengenali penyakit ini agar tidak berujung fatal dan sebagainya. Berikut ini akan dibahas mengenai sejumlah hal berhubungan dengan penyakit disleksia ini.

 

Tanda dan Gejala penyakit Disleksia

Tanda atau gejala pada penyakit disleksia terjadi dalam bentuk yang berbeda-beda atau beragam pada setia penderitanya. Dengan belum diketahuinya secara pasti mengenai penyebab penyakit ini banyak yang percaya bahwa penyakit ini merupakan penyakit keturunan dan salah satu gejalanya adalah terserangnya bagian fonoligi pada otak. Tahukah anda apakah itu fonologi? Dalam hal ini fonologi merupakan bagian dari otak yang mempengaruhi tingkat kemampuan dan ketelitian dalam mengerti dan memahami segala jenis suara dan bahasa yang diucapkan secara lisan. Salah satu contoh untuk memudahkan anda mengerti adalah kecenderungan dimana seseorang akan susah membedakan sebuah kata yang terdengar sama seperti “palu” dan “paku”.

Kelemahan fenologi tentu akan cukup menyusahkan seseorang ketika mereka mempelajari suatu hal terlebih dalam hal bahasa dimana terdapat bunyi kata yang cenderung sama tidak hanya satu bahkan lebih dari dua dan tiga. Namun demikian terdapat sejumlah gejala lain pada penderita disleksia ini seperti :

  1. Lemahnya ingatan. Memori verbal adalah memori yang berguna menyimpan serentetan informasi secara sistematis dalam waktu yang singkat. Sebagai contohnya adalah kebiasaan kita sehari-hari seperti mengingat kebiasaan untuk melepas sepatu, meletakkannya pada rak kemudian membasuk tangan dan baru makan.
  2. Kesulitan dalam melafalkan sesuatu dan menyusun secara runtut kata-kata, angka dan warna.
  3. Kesulitan ketika menerima informasi secara lisan. Hal paling mudah mendeteksinya adalah kesulitan ketika anak tidak bisa mengerjakan soal dikte dan sebagainya.

Penyakit disleksia juga dapat teridentifikasi sejak usia bayi. Biasanya bayi yang mengalami penyakit disleksia ini akan terlambat dalam berbicara dibanding dengan anak seusianya. Walaupun tidak selalu namun hal ini bisa dan mungkin saja merupakan indikasi awalnya. Selain lama atau terlambat seorang anak akan kesulitan membedakan kata-kata sehingga salah dan tertukar dalam menyebut kata. Tak seharusnya kita menyepelekan hal semacam ini. Ketika anda menangkap tanda-tanda ini tak ada salahnya bila anda segera membiacarakannya dengan dokter. Secara tidak langsung maupun langsung tentu saja hal semacam ini akan sangat menaggnggu perkembangan apalagi pada anak-anak. Hal ini akan sangat menyusahkan mereka di kemudian hari. Dengan menanganinya sedini mungkin dapat menjadi jalan keluar yang paling tepat.

 

Baca Juga :

7 Gejala Kanker Paru-Paru Paling Sering Diabaikan

10 Makanan Yang Mengandung Kolesterol Tinggi

Mengenal Gejala Usus Buntu Sedini Mungkin

 

Penyebab Disleksia

Sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa saja penyebab utama penyakit disleksia ini. Namun demikian satu-satunya penyebab yang paling sering ditemukan adalah faktor genetika. Dimana jika orang tua pernah mengalami hal ini maka tidak menutup kemungkinan hal ini akan sangat berpengaruh pada anaknya di kemudian hari. Penyakit disleksia ini tidak selalu terdeteksi di usia anak-anak saja namun bisa saja pada usia remaja dan bahkan dewasa. Sebab itulah kita harus benar-benar mengerti tentang gejala penyakit ini. Dengan demikian, kita sendiri bisa menyadari ketika terserang penyakit ini.

 

Pengobatan Disleksia

Pengobatan para penderita penyakit disleksia ini juga beragam. Ingat setiap anak yang kesulitan belajar tidak atau belum tentu mengalami disleksia ini. Sebelum menganjurkan pengobatan kita harus memastikan dahulu apakah si anak benar-benar terkena penyakit ini atau tidak. Ketika anda menyadari anak atau mungkin saudara anda mengalami kesulitasn belajar ini anda harus memeriksa bagaimana riwayatnya terlebih dahulu. Hal ini akan berguna dalam mencari periode pasti kapan si anak mulai kesulitan belajar ini. Hal ini menjadi penting mengingat tak selalu setiap anak mengadukan keluhan yang mereka alami secara langsung.

Mematikan secara tepat akan memudahkan anda mencari cara paling tepat untuk menyembuhkan disleksia ini. Setelah mengecek riwayat anak anda bisa mencoba melakukan sejumlah pengetesan sendiri. Tak semua penderita disleksia ini mengalami kesulitan dalam semua hal baik angka, tulisan, atau pun gambar. Salah satu cara mengecek yang paling mudah adalah dengan memberikan anak sebuah permainan seperti puzzle. Anak akan mengenali bentuk dan gambar dalam hal ini akan tergambar jelas bagaimana kondisi dan kesulitan apa yang mereka hadapi.

Pengobatan paling tepat untuk penderita disleksia adalah memberikan pendidikan dengan tepat. Mungkin seorang penderita disleksia membutuhkan waktu lebih dalam memahami setiap hal saja. bimbingan sebagai bentuk pengobatan akan memberikannya ruang lebih lama dan lebih banyak untuk menangani kesulitan yang mereka hadapi ini. Bimbingan yang diberikan pun harus dimonitoring. Ketika kita memberikan bimbingan ini maka kita harus benar-benar bersabar dan memberikan cara yang memudahkan mereka mengerti sebuah hal tersebut.

 

Komplikasi Disleksia

Penderita disleksia umumnya tidak mengalami komplikasi penyakit parah lainnya. Mengingat sakit ini merupakan sakit yang menyerang kemampuan otak maka bentuk komplikasi yang terjadi pada penderita disleksia ini umumnya berupa dalam bentuk sosialisasinya. Sebagai contoh, anak atau penderita disleksia yang mengalami kesulitan dalam mengolah informasi lisan akan kesulitan dalam berkomunikasi secara langsung dengan orang lainnya. Sementara penderita penyakit disleksia dalam bentuk lainnya kurang lebih akan mengalami komplikasi yang sama.

Secara psikologis bantuan untuk pederita disleksia sangat diperlukan. Hal ini berhubungan langsung dengan tekanan yang akan mereka dapatkan dari lingkungan ketika mereka tidak bisa menanggapi sesuatu dengan tepat. Itulah sebabnya mendeteksi disleksia akan sangat penting bila dilakukan sejak dini.

 

Pencegahan Disleksia

pencegahan yang bisa dilakukan untuk penderita disleksia juga cukup sederhana. Sejak kecil sudah seharusnya orang tua selalu memantau perkembangan anaknya dengan lebih intensif. Dengan memantau perkembangan anak kita bisa mendeteksi permasalahan yang mereka alami selama berada di lingkungan luar rumah termasuk dalam hal ini adalah sekolah. Anda tidak harus menunggui anak selama 24 jam namun anda bisa sesekali berkonsultasi dengan guru anak dan juga mengajak anak untuk tetap menjaga komunuikasi dekat dengan anda.

Hal lain yang bisa anda lakukan sebagai bentuk pencegahan pada penyakit disleksia ini adalah membimbing anak sejak dini. Bimbingan belajar dalam bentuk rumah saja sudah cukup bagus. Artinya anda tidak harus mengirim anak menuju lembaga bimbingan tertentu. Namun jika anda tidak punya cukup banyak waktu luang maka anda bisa memanggil guru privat dan sebagainya. Yang terpenting adalah dengan bimbingan ini jangan sampai anak justru mengalami tekanan lainnya. Namun buat mereka menjadi lebih senang dan meningkatkan kemauan belajar mereka.

NOTE : Jika Artikel ini Bermanfaat Untuk Anda, MOHON Disharing Agar Teman-Teman Yang Lain Mendapatkan Manfaatnya. Terimakasih

 

Tags: , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.