Mengenal Gejala Usus Buntu Sedini Mungkin

Mengenal Gejala Usus Buntu Sedini Mungkin

 

IDSehat.com || Penyakit BedahUsus buntu atau dikenal dengan bahas medis Appendisitis yang merupakan suatu prnyakit peradangan usus yang memerlukan tindakan medis, salah satunya operasi atau pembedahan. Usus buntu ini menimbulkan rasa sakit yang tidak terus menerus sehingga penderitanya terkadang mengabaikan jika rasa sakit itu hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Maka dari itu IDSehat.com akan membahas mengenai tanda-tanda penyakit Usus Buntu atau Appendisitis. Sehingga pada saat mengalami serangan nyeri perut yang hilang timbul ini dapat sesegera mungkin untuk memeriksakan pada dokter keluarga Anda.

Apa sih penyebab serta gejala Usus Buntu Atau Appendisitis itu?

Pada penderita Usus Buntu dapat dikatakan mengidap penyakit Usus Buntu jika mengalami penyumbatan total bagian Lumen Apendix. Hal umum yang paling sering ditemukan saat pembedahan adannya biji-bijian dalam Lumen Apendix yaitu : biji cabai, biji tomat dan biji jambu karena biji-bijian susah untuk dicerna oleh percernaan kita.

Beberapa Gejala Usus Buntu

Bagi Anda yang sering mengalami nyeri perut atau sakit perut, apakah gejala-gejala seperti dibawah ini mirip gejala yang Anda alami :

  1. Nyeri perut dibagian pusar dan nyeri ulu hati, terkadang mirip gejala penyakit maag. Dan selanjutnya jika Anda merasa nyeri perut Anda paling terasa pada bagian kanan dari pusar setelah beberapa jam pertama.
  2. Rasa nyeri hebat dan disertai demam. Nyeri hebat yang menetap serta demam tinggi suhu > 38.0°C tak kunjung turun.
  3. Nyeri yang disertai rasa mual dan bahkan disertai muntah. Jika sudah peradangan yang parah, setiap makan akan menyebabkan muntah.
  4. Nyeri hebat jika ditekan dibagian bagian kanan perut Anda dan menyebabkan kram pada bagian kaki kanan ke bawah.
Pemeriksaan untuk memastikan penyakit Usus Buntu

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan gejala usus buntu, apakah benar yang dialami penderita merupakan usus buntu?
Maka dari itu, pihak medis dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis pasti. Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis pasti adalah USG Abdomen, pemeriksaan Darah Rutin, Urine Rutin. Pada pemeriksaan urine, pengecekan dilakukan dengan melihat apakah jumlah leukosit atau eritrosit pada apendiks melebihi batasan normal atau tidak. Pada pemeriksaan USG Abdomen untuk mengetahui apakah terjadi pembengkakan pada usus atau tidak. Pada Darah Rutin dan Urine Rutin untuk memastikan apakah jumlah Eristtosit dan Leukosit melibihi jumlah dari batas normal atau tidak untuk memastikan terjadi atau tidaknya infeksi pada Apendiks.

Kapan Operasi Usus Buntu Dilakukan?

Operasi Usus buntu dilakukan jika dari hasil USG Abdomen dan Pemeriksaan lain menyatahkan positif Usus Buntu. Usus buntu yang peradangannya yang berujung perporasi sehingga menimbulkan nyeri hebat dan demam tinggi akibat dari infeksi serta dapat mengancam jiwa.

Teknik Operasi Usus Buntu

Penyakit usus buntu dapat disembuhkan dengan dilakukannya Operasi. Teknik operasi usus buntu ada beberapa yang dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan keadaan pasien saat akan menjalani tindakan operasi. Teknik terbagi 2, yaitu : Apendiktomi Konvensional dan  Apendiktomi Laparoskopik.

Apendiktomi Konversional dilakukan jika kondisi pasien baik, tidak terjadi perporasi serta pasien-pasien dengan berat badan ideal. Sedangkan teknik operasi  Apendiktomi Laparoskopik dilakukan jika terjadi perporasi dan terjadi penyulit salah satunya obesitas. Operasi dapat dilakukan jika kondisi pasien baik. Yang dimaksud baik, dalam kondisi suhu tubuh tidak melebihi 38,0°C dan detak jantung dibawah 120x/menit.

Usus Buntu dapat juga terjadi pada Anak

Usus buntu tidak memandang usia, baik tua, muda, anak dan bahkan pada bayi juga bisa didiagnosis menderita penyakit usus buntu. Diagnosis sedini mungkin pada pasien usus buntu pada anak dapat ditegakkan segera mungkin mengingat resiko komplikasi yang bisa terjadi pada saat pembedahan terjadi. Sehingga sangat baik jika Anda mengenal gejala usus buntu sedini mungkin pada Anak Anda. Dengan mengetahui sesegera mungkin dari gejala usus buntu sehingga dapat Anda periksakan pada dokter spesialis Anak atau pada dokter Spesialis Bedah. Dengan adanya konsultasi dengan dokter Anda dapat menghindari gangguan yang dialami anak Anda akibat usus buntu.

Pencegahan

Perbanyak makan serat seperti buah pepaya dan buah pisang yang dapat membuat feses Anda lunak serta dalam mengunyah makanan secara halus atau kurang lebih 32x kunyahan. Komsumsi air putih 8 gelas atau kurang lebih 2 liter air setiap harinya serta olahraga secara teratur.

Konsultasilah dengan dokter keluarga Anda jika mengalami gejala-gejala seperti diatas.

LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI.

Jangan lupa berbagi kebaikan bersama saudara kita dengan cara share atau membagikan informasi ini di media sosial Anda.

Baca Juga : Selalu Tampil Bugar & Sehat Bersama IDSehat.com

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply